Budaya Indragiri Hulu

Penulis :
Mahmud Alpusari
Jimmi Copriady
Erlisnawati
Hendri Marhadi
Eva Astuti Mulyani
Guslinda
Tahun Terbit :
November 2024
Jumlah Halaman :
viii,  70 halaman
Ukuran Kertas : 
14,8 x 21 cm (A5)
ISBN / No. Reg :
978-634-96001-8-7 (PDF)
978-634-96001-9-4
Deskripsi Buku :
Budaya adalah identitas suatu bangsa. Ia tidak hanya mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi landasan bagi masyarakat untuk memahami jati diri mereka di tengah perkembangan zaman. Di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, keberadaan budaya lokal sering kali tergerus dan terpinggirkan. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih kecil untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indragiri Hulu agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi masa kini dan mendatang. Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai aspek budaya Indragiri Hulu, seperti adat istiadat, seni tradisional, kepercayaan lokal, hingga kehidupan sosial masyarakatnya. Melalui penggalian terhadap sejarah, tradisi lisan, dan praktik budaya seharihari, diharapkan buku ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi masyarakat umum, pelajar, peneliti, maupun para pemerhati budaya.

Dapatkan Buku ini di:
  

ALUR BELAJAR SIAGA: Kerangka Konseptual untuk Pengajaran Kebencanaan

Penulis :
Eddy Noviana
Tahun Terbit :
November 2024
Jumlah Halaman :
viii,   80 halaman
Ukuran Kertas : 
15.5 x 23 cm (UNESCO)
ISBN / No. Reg :
978-634-96004-0-8 (PDF)
Deskripsi Buku :
Buku ini membahas tentang kerangka konseptual pengembangan alur pembelajaran SIAGA dalam pengajaran pendidikan bencana. Kerangka konseptual alur pembelajaran SIAGA menyintesis tahapan pembelajaran pada pengajaran konstruktivis (CoT), tahapan pembelajaran pada pengajaran mobile pedagogy (MbPg), dan tahapan pembelajaran pada pengajaran siklus pembelajaran 5E. Keterkaitan ketiga tahapan pembelajaran tersebut menghasilkan dukungan teoritis dan konseptual dalam pengembangan alur pembelajaran SIAGA untuk pembelajaran konten kebencanaan. Alur pembelajaran SIAGA merupakan singkatan bahasa Indonesia. Kata SIAGA dalam bahasa Indonesia adalah kesiapan, sedangkan dalam bahasa Inggris adalah preparedness. Alur pembelajaran SIAGA terdiri dari lima frase dalam bahasa Indonesia, yaitu Siapkan diri, identifikasi konsep, Analisis konsep, Gagasan konsep dan Aksi nyata yang disusun menjadi bentuk tahapan pembelajaran. Kerangka konseptual alur pembelajaran SIAGA diharapkan dapat memberikan pedoman yang jelas bagi pendidik dalam menyampaikan materi kebencanaan secara komprehensif dan efektif memperoleh pengetahuan kebencanaan untuk memfasilitasi transposisi didaktik di era digital dan juga untuk peserta didik dapat dijadikan sebagai tahapan pembelajaran, sehingga belajar lebih sistematis serta terarah.

Dapatkan Buku ini di:
  

Kepribadian Konselor berbasis Budaya Melayu

Penulis :
Siska Mardes, M.Pd. Kons.
Isnaria Rizki Hayati, M.Pd.
Fadhila Rahman, M.Pd.
Donal, M.Pd.
Tahun Terbit :
Desember 2024
Jumlah Halaman :
viii,  78 halaman
Ukuran Kertas : 
14,8 x 21 cm (A5)
ISBN / No. Reg :
978-634-96004-8-4 (PDF)
Deskripsi Buku :
Kepribadian konselor berbasis budaya Melayu mengarah pada pengembangan sikap dan keterampilan konselor yang sensitif terhadap kearifan lokal, nilai-nilai sosial, dan tradisi yang dianut oleh masyarakat Melayu. Budaya Melayu, yang kaya akan tradisi, kesopanan, dan norma sosial, menuntut seorang konselor untuk memiliki sikap penuh hormat (adab), kepedulian (empati), dan kemampuan untuk berinteraksi dengan konseli secara halus dan penuh pengertian. Seorang konselor yang efektif dalam budaya Melayu harus menunjukkan keberanian dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial, karena bagi masyarakat Melayu, hubungan antar individu sangat diutamakan dan sering kali melibatkan pertimbangan kolektif dan keluarga.
Konselor berbasis budaya Melayu juga harus memahami peran budaya dan komunitas dalam proses konseling, karena dalam budaya ini, masalah individu sering dipandang sebagai masalah kolektif yang melibatkan dukungan dari keluarga besar dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, konselor perlu menjaga kepekaan terhadap nilai-nilai kekeluargaan dan kerjasama sosial, serta tidak mengabaikan keberadaan kelompok sosial dalam penyelesaian masalah klien.

Dapatkan Buku ini di: