Petualangan Seru Tanpa Layar

Penulis :
Novita Yulia Ayu Wulansari
Ilustrator:
Alvaro Baim Abrisam
Tahun Terbit :
September 2026
Jumlah Halaman :
30 halaman
Ukuran Kertas : 
21 x 21 cm 
ISBN / No. Reg :
Dalam Proses
Deskripsi Buku :
Rey adalah anak yang ceria dan aktif. Ia sangat menikmati bermain di luar rumah, mulai dari berlari, bermain bola, hingga bersepeda bersama teman-temannya. Hari-harinya penuh dengan tawa, gerak, dan petualangan kecil yang menyenangkan. Namun, semuanya berubah ketika teman-teman Rey mulai lebih sering menghabiskan waktu dengan layar HP. Permainan di lapangan perlahan tergantikan oleh dunia digital. Karena penasaran, Rey pun ikut mencoba bermain HP hingga lupa waktu dan mulai menjauh dari aktivitas yang dulu membuatnya bahagia. Melalui perjalanan Rey, anak-anak diajak memahami pentingnya keseimbangan antara bermain dengan teknologi dan menikmati pengalaman nyata bersama keluarga maupun teman. Kisah ini mengajarkan bahwa dunia di luar layar memiliki banyak warna, kejutan, dan kebahagiaan yang tidak bisa digantikan oleh perangkat digital. Sebuah cerita hangat dan penuh makna tentang persahabatan, kebiasaan sehat, serta menemukan kembali serunya bermain, bergerak, dan menjelajah dunia nyata.

Dapatkan Buku ini di:
  

Model Cultural Character Literacy: Membangun Karakter dan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Budaya

Penulis :
Dr. Otang Kurniaman, S.Pd., M.Pd
Fadhila Rahman, M.Pd
Radini, S.H., M.H
Zakiah Ulya, S.Psi. M.Psi., Psikolog
Benny Al Fajar, M.Pd
Ningrum Melihayatri, M.Pd
Tahun Terbit :
September 2026
Jumlah Halaman :
x, 192 halaman
Ukuran Kertas : 
15,5 x 23 cm (UNESCO)
ISBN / No. Reg :
Dalam Poses
Deskripsi Buku :
Buku Model Cultural Character Literacy (CCL): Membangun Karakter dan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Budaya hadir sebagai referensi yang menawarkan pendekatan pembelajaran integratif antara literasi, budaya, dan karakter. Model ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menuntut peserta didik memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan memahami makna, berpikir kritis, memiliki kesadaran budaya, serta mampu menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Dalam CCL, budaya tidak sekadar dijadikan pelengkap atau ornamen pembelajaran, melainkan ditempatkan sebagai sumber belajar yang dekat dengan realitas kehidupan peserta didik.
Pembahasan dalam buku ini diawali dengan kajian mengenai pendidikan karakter dalam pembelajaran abad ke-21, budaya sebagai landasan pembelajaran, serta pentingnya literasi dalam membangun kemampuan peserta didik untuk mengakses, memahami, menafsirkan, mengevaluasi, mencipta, dan mengomunikasikan makna. Selanjutnya, pembaca diperkenalkan pada konsep Model Cultural Character Literacy (CCL) sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas literasi, nilai-nilai budaya lokal, serta penguatan karakter dalam satu sistem pedagogis yang terstruktur dan sistematis.
Salah satu kekhasan utama Model CCL adalah sintaks SELIRA yang terdiri atas enam tahapan, yaitu Stimulasi, Eksplorasi, Literasi (Interpretasi), Internalisasi, Realisasi Nilai, dan Aksi Reflektif. Melalui tahapan tersebut, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memperoleh informasi, tetapi juga menafsirkan makna budaya secara kritis, menghayati nilai yang ditemukan, menghubungkannya dengan pengalaman pribadi, menerapkannya melalui tindakan nyata, serta melakukan refleksi terhadap proses dan dampak pembelajaran.
Buku ini juga membahas landasan teoretis, komponen model, peran guru dan peserta didik, pemanfaatan media dan sumber belajar berbasis budaya, pengelolaan kelas, asesmen autentik, serta penerapan Model CCL dalam konteks pendidikan dasar. Berbagai artefak budaya, cerita rakyat, permainan tradisional, lingkungan sosial, tokoh masyarakat, hingga teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret, autentik, dan bermakna. Melalui Model Cultural Character Literacy, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mampu menghubungkan pengetahuan, identitas, pengalaman sosial, budaya, karakter, dan tindakan. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan literasi yang kuat, karakter yang baik, kesadaran terhadap budaya, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Dapatkan Buku ini di:
  

Deep Learning untuk Literasi Hukum Digital: Membangun Generasi Berkarakter di Era Siber

Penulis :
Radini, S.H., M.H.
Dr. Otang Kurniaman, M.Pd.
Zufriady, S.Sn., M.Pd.
Mifta Rizka, S.Pd., M.Pd.E
Ningrum Melihayatri, M.Pd.
Viony Syafitra, M.Pd.
Beny Al Fajar, M.Pd
Tahun Terbit :
Juli 2026
Jumlah Halaman :
viii, 202 halaman
Ukuran Kertas : 
15,5 x 23 cm (UNESCO)
ISBN / No. Reg :
978-634-7147-88-2
Deskripsi Buku :
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, dan berinteraksi. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, pelanggaran privasi, kejahatan siber, penyalahgunaan teknologi, serta menurunnya kesadaran terhadap etika dan hukum dalam kehidupan digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi digital tidak lagi cukup berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga harus diimbangi dengan pemahaman hukum, etika, dan penguatan karakter.
Buku Model Edukasi Literasi Hukum Digital Berbasis Deep Learning untuk Mencegah Perilaku Pelanggaran Siber dan Menguatkan Karakter hadir sebagai kontribusi ilmiah sekaligus solusi inovatif dalam menjawab tantangan tersebut. Buku ini menawarkan sebuah model edukasi yang mengintegrasikan literasi hukum digital, pendidikan karakter, dan pendekatan Deep Learning untuk membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna, reflektif, kontekstual, serta mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. Disusun secara sistematis, buku ini membahas konsep dasar literasi digital, literasi hukum digital, perilaku pelanggaran siber, pendidikan karakter, kebijakan dan regulasi digital, hingga pengembangan Model Edukasi Literasi Hukum (ELiH). Selain itu, buku ini juga menyajikan sintaks pembelajaran, strategi implementasi, contoh perangkat pembelajaran, instrumen penilaian autentik, serta hasil implementasi model sebagai referensi bagi pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat digital. Lebih dari sekadar memberikan pemahaman konseptual, buku ini mengajak pembaca untuk membangun budaya digital yang aman, beretika, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai karakter. Pendekatan Deep Learning yang diusung mendorong pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan secara bijaksana, serta menerapkan nilai-nilai hukum dan etika dalam kehidupan nyata.

Dapatkan Buku ini di: