Model Cultural Character Literacy: Membangun Karakter dan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Budaya

Penulis :
Dr. Otang Kurniaman, S.Pd., M.Pd
Fadhila Rahman, M.Pd
Radini, S.H., M.H
Zakiah Ulya, S.Psi. M.Psi., Psikolog
Benny Al Fajar, M.Pd
Ningrum Melihayatri, M.Pd
Tahun Terbit :
September 2026
Jumlah Halaman :
x, 192 halaman
Ukuran Kertas : 
15,5 x 23 cm (UNESCO)
ISBN / No. Reg :
Dalam Poses
Deskripsi Buku :
Buku Model Cultural Character Literacy (CCL): Membangun Karakter dan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Budaya hadir sebagai referensi yang menawarkan pendekatan pembelajaran integratif antara literasi, budaya, dan karakter. Model ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menuntut peserta didik memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan memahami makna, berpikir kritis, memiliki kesadaran budaya, serta mampu menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Dalam CCL, budaya tidak sekadar dijadikan pelengkap atau ornamen pembelajaran, melainkan ditempatkan sebagai sumber belajar yang dekat dengan realitas kehidupan peserta didik.
Pembahasan dalam buku ini diawali dengan kajian mengenai pendidikan karakter dalam pembelajaran abad ke-21, budaya sebagai landasan pembelajaran, serta pentingnya literasi dalam membangun kemampuan peserta didik untuk mengakses, memahami, menafsirkan, mengevaluasi, mencipta, dan mengomunikasikan makna. Selanjutnya, pembaca diperkenalkan pada konsep Model Cultural Character Literacy (CCL) sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas literasi, nilai-nilai budaya lokal, serta penguatan karakter dalam satu sistem pedagogis yang terstruktur dan sistematis.
Salah satu kekhasan utama Model CCL adalah sintaks SELIRA yang terdiri atas enam tahapan, yaitu Stimulasi, Eksplorasi, Literasi (Interpretasi), Internalisasi, Realisasi Nilai, dan Aksi Reflektif. Melalui tahapan tersebut, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memperoleh informasi, tetapi juga menafsirkan makna budaya secara kritis, menghayati nilai yang ditemukan, menghubungkannya dengan pengalaman pribadi, menerapkannya melalui tindakan nyata, serta melakukan refleksi terhadap proses dan dampak pembelajaran.
Buku ini juga membahas landasan teoretis, komponen model, peran guru dan peserta didik, pemanfaatan media dan sumber belajar berbasis budaya, pengelolaan kelas, asesmen autentik, serta penerapan Model CCL dalam konteks pendidikan dasar. Berbagai artefak budaya, cerita rakyat, permainan tradisional, lingkungan sosial, tokoh masyarakat, hingga teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret, autentik, dan bermakna. Melalui Model Cultural Character Literacy, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mampu menghubungkan pengetahuan, identitas, pengalaman sosial, budaya, karakter, dan tindakan. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan literasi yang kuat, karakter yang baik, kesadaran terhadap budaya, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Dapatkan Buku ini di: